Kamis, 20 Januari 2011

Sunda Day

Special Event SMP Fajar Hidayah

"Sunda Day"

Dalam rangka mengekspresikan kecintaan dan penghargaan siswa-siswi Fajar Hidayah terhadap budaya sunda dan pelestarian terhadap Pilosofi, bahasa, seni termasuk kuliner Sunda, maka SIT Fajar Hidayah akan menyelenggarakan acara Sunda Day yang akan diikuti berbagai sekolah di Kabupaten Bogor.
Acara Sunda Day insya Allah akan kami selenggarakan dengan menarik agar dapat menanamkan cinta budaya nusantara melalui pengenalan budaya daerah Sunda.

Pelaksanaan Special Event Sunda Day, pada :

Hari/Tanggal : Kamis, 27 Januari 2011
Tempat : Sekolah Fajar Hidayah.
Jl. Boulevard Utama Kota Wisata Cibubur.

Menggali kebudayaan Sunda

- Makanan Khas Sunda.
- Kesenian Sunda : Tari, Lagu, Drama.
- Sastra Sunda.
- Pameran Budaya Sunda.
- Talk Show.

Akan dihadiri oleh siswa dari sekolah di sekitar Cibubur, Pejabat dari Dinas Pendidikan dan Pemerintahan Kab. Bogor.

Kamis, 13 Januari 2011

Ujian Masuk PTN 31 Mei dan 1 Juni

Ujian tertulis Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri 2011 akan dilaksanakan serentak pada 31 Mei dan 1 Juni 2011. Selain seleksi masuk melalui ujian tertulis, ada pula jalur undangan yang dulu bernama penelusuran minat dan kemampuan.

Sebanyak 60 perguruan tinggi negeri akan menerima mahasiswa baru melalui jalur undangan.

”Penerimaan mahasiswa baru melalui jalur ini berdasarkan prestasi akademik dengan melihat nilai rapor dan prestasi-prestasi lain, termasuk nilai ujian nasional,” kata Ketua Umum Panitia SNMPTN Herry Suhardiyanto kepada wartawan, Rabu (12/1), di Kementerian Pendidikan Nasional, Jakarta.

Hadir dalam konferensi pers tersebut Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiknas Djoko Santoso, dan Ketua Majelis Rektor PTN Musliar Kasim.

Karena ujian nasional (UN) menjadi pertimbangan, siswa yang tidak lulus UN akan kehilangan kesempatannya meski sudah mendapat undangan.

Untuk mengisi kursi kosong tersebut, perguruan tinggi negeri (PTN) diberi kesempatan mengisinya dari hasil seleksi mandiri yang ditetapkan berjumlah 40 persen dari total daya tampung mahasiswa baru.

”Makanya, seleksi mandiri itu didorong setelah SNMPTN,” kata Herry.

Direktur Jenderal Dikti Djoko Santoso mengatakan, pada tahun ini diperkirakan akan ada 800.00 pendaftar yang memperebutkan sekitar 200.000 di 60 PTN peserta SNMPTN.

Calon mahasiswa yang mendaftar diperbolehkan memilih dua PTN dan tiga program studi di setiap PTN. Dari 200.000 total daya tampung PTN tahun ini, sekitar 120.000 di antaranya akan diterima melalui jalur tertulis dan keterampilan dan jalur undangan. Sisanya, PTN diperbolehkan melakukan seleksi melalui jalur mandiri.

Teguran

Terkait dengan sejumlah PTN yang hendak melaksanakan seleksi mandiri sebelum SNMPTN, Herry mengatakan, tidak bisa menjatuhkan sanksi apa pun selain teguran dari Kementerian Pendidikan Nasional. ”Kami pada posisi mengimbau dan mengajak para rektor agar bersedia memenuhi jadwal SNMPTN,” ujarnya.

Sementara biaya pendaftaran untuk jalur undangan sebesar Rp 175.000 per pelamar dan biaya pendaftaran jalur ujian tertulis/keterampilan sebesar Rp 150.000 (kelompok IPA atau IPS) dan Rp 175.000 (kelompok IPC) serta Rp 150.000 untuk ujian keterampilan per peserta untuk setiap ujian.

”Calon mahasiswa atau orangtua bisa mengakses situs SNMPTN untuk mendaftar di mana saja melalui jaringan internet. Pembayarannya juga bisa secara online di seluruh jaringan Bank Mandiri, seperti ATM, internet banking, dan SMS banking,” kata Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Riswinandi.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa diperoleh di situs www.snmptn.ac.id atau melalui akun twitter: @snmptn2011 atau Panitia Pelaksana SNMPTN 2011 di Gedung Rektorat IPB lantai 2 Kampus IPB Dermaga, Bogor, Jawa Barat. Bisa juga melalui call center 08041-450-450 dan e-mail: panitia@snmptn.ac.id. (LUK)


(Sumber : www.kompas.com)

Selasa, 11 Januari 2011

Sekedar mengingat kembali tentang Pendidikan di Negeri Kita

Pada postingan kali ini saya hanya sekedar mengingatkan kembali tentang Pendidikan di Negeri Kita.

Saat kita sibuk mempersiapkan anak-anak untuk serius mengikuti kegiatan yang namanya Ulangan atau Quiz, Ulangan Umum dan Ujian Nasional yang dilaksanakan di sekolah. Baik sebagai guru maupun orang tua siswa. Apakah benar hal itu merupakan satu-satunya tolak ukur untuk melihat kualitas Pendidikan di Negara kita.

Kesibukan kita nampaknya tidak diarahkan pada bagaimana seorang anak asyik/menikmati proses pembelajaran yang dilakukan setiap hari di sekolah.

Pada kesempatan ini saya lampirkan kembali tulisan dari Bapak Satria Dharma.

Tahukah Anda negara mana yang kualitas pendidikannya menduduki peringkat pertama di dunia? Kalau Anda tidak tahu, tidak mengapa karena memang banyak yang tidak tahu bahwa peringkat pertama untuk kualitas pendidikan adalah Finlandia. Kualitas pendidikan di negara dengan ibukota Helsinki, dimana perjanjian damai dengan GAM dirundingkan, ini memang begitu luar biasa sehingga membuat iri semua guru di seluruh dunia.

Peringkat I dunia ini diperoleh Finlandia berdasarkan hasil survei internasional yang komprehensif pada tahun 2003 oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD). Tes tersebut dikenal dengan nama PISA mengukur kemampuan siswa di bidang Sains, Membaca, dan juga Matematika. Hebatnya, Finlandia bukan hanya unggul secara akademis tapi juga menunjukkan unggul dalam pendidikan anak-anak lemah mental. Ringkasnya, Finlandia berhasil membuat semua siswanya cerdas.
Lantas apa kuncinya sehingga Finlandia menjadi Top No 1 dunia? Dalam masalah anggaran pendidikan Finlandia memang sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata negara di Eropa tapi masih kalah dengan beberapa negara lainnya.

Finlandia tidaklah mengenjot siswanya dengan menambah jam-jam belajar, memberi beban PR tambahan, menerapkan disiplin tentara, atau memborbardir siswa dengan berbagai tes. Sebaliknya, siswa di Finlandia mulai sekolah pada usia yang agak lambat dibandingkan dengan negara-negara lain, yaitu pada usia 7 tahun, dan jam sekolah mereka justru lebih sedikit, yaitu hanya 30 jam perminggu. Bandingkan dengan Korea, ranking kedua setelah Finnlandia, yang siswanya menghabiskan 50 jam perminggu

Lalu apa dong kuncinya? Ternyata kuncinya memang terletak pada kualitas gurunya. Guru-guru Finlandia boleh dikata adalah guru-guru dengan kualitas terbaik dengan pelatihan terbaik pula. Profesi guru sendiri adalah profesi yang sangat dihargai, meski gaji mereka tidaklah fantastis. Lulusan sekolah menengah terbaik biasanya justru mendaftar untuk dapat masuk di sekolah-sekolah pendidikan dan hanya 1 dari 7 pelamar yang bisa diterima, lebih ketat persaingainnya ketimbang masuk ke fakultas bergengsi lainnya seperti fakultas hukum dan kedokteran! Bandingkan dengan Indonesia yang guru-gurunya dipasok oleh siswa dengan kualitas seadanya dan dididik oleh perguruan tinggi dengan kualitas seadanya pula.

Dengan kualitas mahasiswa yang baik dan pendidikan dan pelatihan guru yang berkualitas tinggi tak salah jika kemudian mereka dapat menjadi guru-guru dengan kualitas yang tinggi pula. Dengan kompetensi tersebut mereka bebas untuk menggunakan metode kelas apapun yang mereka suka, dengan kurikulum yang mereka rancang sendiri, dan buku teks yang mereka pilih sendiri. Jika negara-negara lain percaya bahwa ujian dan evaluasi bagi siswa merupakan bagian yang sangat penting bagi kualitas pendidikan, mereka justru percaya bahwa ujian dan testing itulah yang menghancurkan tujuan belajar siswa. “Terlalu banyak testing membuat kita cenderung mengajar siswa untuk lolos ujian.” ungkap seorang guru di Finlandia.,”Padahal banyak aspek dalam pendidikan yang tidak bisa diukur dengan ujian.” Pada usia 18 siswa mengambil ujian untuk mengetahui kualifikasi mereka di perguruan tinggi dan dua pertiga lulusan melanjutkan ke perguruan tinggi.

Siswa diajar untuk mengevaluasi dirinya sendiri, bahkan sejak Pra-TK! “Ini membantu siswa belajar betanggungjawab atas pekerjaan mereka sendiri,” kata Sundstrom, kepala sekolah di SD Poikkilaakso, Finlandia,” Dan kalau mereka bertanggungjawab mereka akan bekeja lebih bebas. Guru tidak harus selalu mengontrol mereka.”

Siswa didorong untuk bekerja secara independen dengan berusaha mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan. Siswa belajar lebih banyak jika mereka mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan. “Kita tidak belajar apa-apa kalau kita tinggal menuliskan apa yang dikatakan oleh guru. Disini guru tidak mengajar dengan metode ceramah.” Kata Tuomas Siltala, salah seorang siswa sekolah menengah. Suasana sekolah sangat santai dan fleksibel. “Terlalu banyak komando hanya akan menghasilkan rasa tertekan dan belajar menjadi tidak menyenangkan.” Sambungnya.

Siswa yang lambat mendapat dukungan yang intensif. Hal ini juga yang membuat Finlandia sukses. Berdasarkan penemuan PISA, sekolah-sekolah di Finlandia sangat kecil perbedaan antara siswa yang berprestasi baik dan yang buruk dan merupakan yang terbaik menurut OECD.
Remedial tidaklah dianggap sebagai tanda kegagalan tapi sebagai kesempatan untuk memperbaiki. Seorang guru yang bertugas menangani masalah belajar dan prilaku siswa membuat program individual bagi setiap siswa dengan penekanan tujuan-tujuan yang harus dicapai, umpamanya: Pertama, masuk kelas; kemudian datang tepat waktu; berikutnya, bawa buku, dlsb. Kalau mendapat PR siswa bahkan tidak perlu untuk menjawab dengan benar, yang penting mereka berusaha.
Para guru sangat menghindari kritik terhadap pekerjaan siswa mereka. Menurut mereka, jika kita mengatakan ‘Kamu salah!’ pada siswa, maka hal tersebut akan membuat siswa malu. Dan jika mereka malu maka ini akan menghambat mereka dalam belajar. Setiap siswa diperbolehkan melakukan kesalahan. Mereka hanya diminta membandingkan hasil mereka dengan nilai sebelumnya, dan tidak dengan siswa lainnya. Jadi tidak ada sistem ranking-rankingan. Setiap siswa diharapkan agar bangga terhadap dirinya masing-masing. Ranking-rankingan hanya membuat guru memfokuskan diri pada segelintir siswa tertentu yang dianggap terbaik di kelasnya.

Kehebatan sistem pendidikan di Finlandia adalah gabungan antara kompetensi guru yang tinggi, kesabaran, toleransi dan komitmen pada keberhasilan melalui tanggung jawab pribadi. “Kalau saya gagal dalam mengajar seorang siswa,” kata seorang guru,” maka itu berarti ada yang tidak beres dengan pengajaran saya.”. Benar-benar ucapan guru yang bertanggungjawab.


Diambil dari “Top of the Class” Fergus Bordewich.

(Sumber : www.satriadharma.com)

Senin, 10 Januari 2011

Ujian Nasional SMP dan SMA Digelar April 2011

Ujian Nasional SMP dan SMA
Digelar April 2011

JAKARTA--Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) M Nuh telah meneken Permendiknas No. 45 Tahun 2010 tentang Kriteria Kelulusan dan Permendiknas Nomor 46 tentang Pelaksanaan Unas SMP dan SMA Tahun Pelajaran 2010/2011.

Berdasarkan isi Permendiknas tersebut, pelaksanaan Ujian Nasional (Unas) Tahun Pelajaran 2010/2011 jenjang sekolah menengah atas/ madrasah aliyah/sekolah menengah kejuruan (SMA/MA/SMK) akan digelar pada 18-21 April 2011. Sedang pelaksanaan Unas sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah (SMP/MTs) akan digelar pada 25-28 April 2011.

Aturan baru itu juga mencantumkan formula baru untuk menentukan kelulusan yaitu nilai gabungan antara nilai Unas dan nilai sekolah yang meliputi ujian sekolah dan nilai rapor. "Dengan formula baru, kita pertimbangkan prestasi di sekolah yaituujian sekolah dan raport digabung dengan Unas," ungkapnya di Gedung Kemdiknas, Jakarta, Senin (3/1).

Di tempat yang sama, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemdiknas Mansyur Ramly menyampaikan, Unas Susulan SMA/MA/SMK dilaksanakan pada 25-28 April 2011 dan pengumuman kelulusan oleh satuan pendidikan paling lambat 16 Mei 2011. Sedangkan Unas Susulan SMP/MTs pada 3-6 Mei 2011. Untuk pengumuman Unas SMP/MTs oleh satuan pendidikan pada 4 Juni 2011. "Unas kompetensi keahlian kejuruan SMK dilaksanakan oleh sekolah paling lambat sebulan sebelum Unas dimulai," ujarnya.

M Nuh menjelaskan, sebelum kelulusan diumumkan, sekolah harus mengirimkan hasil nilai sekolah untuk digabungkan dengan hasil nilai Unas ke Kemdiknas. Selanjutnya, setelah digabungkan dengan formula 60 persen Unas ditambah dengan 40 persen nilai sekolah, nilai tersebut dikembalikan lagi ke sekolah. "Sekolah merekap dengan mata pelajaran lain. Kan ada tujuh mata pelajaran lain yang harus lulus. Yang menentukan kelulusan tetap satuan pendidikan," katanya.

Dijelaskan Nuh, dari peta nilai akan dilakukan analisa tiap sekolah. Bagi sekolah-sekolah yang nilainya rendah, akan dilakukan intervensi. Disebutkan, Kemdiknas pada 2010 telah melakukan intervensi dengan memberikan insentif kepada 100 kabupaten/kota yang nilai UN-nya rendah. "Kita beri dana Rp 1 milyar sebagai stimulus," sebutnya.

Insentif tersebut diberikan bagi kabupaten/kota dengan persentase kelulusan siswa kurang dari 80 persen dan memiliki indeks kapasitas fiskal kurang dari 1. Adapun intervensi program yang dilakukan meliputi peningkatan kompetensi guru dan remedial.
Nuh tidak memberikan target khusus kelulusan siswa. "Justru yang menjadi target adalah kejujuran dari pelaksanaan Unas. Itu yang lebih mahal karena dari angka kelulusan tahun lalu sudah 99 persen," katanya. (Cha/jpnn)

JPNN.com, 3 Januari 2010

UN 2011 Gunakan Formulasi Baru

Mendiknas: UN 2011 Gunakan Formulasi Baru

Jakarta (ANTARA News) - Menteri Pendidikan Nasional M Nuh mengatakan, Ujian Nasional 2011 menggunakan formulasi baru dengan mengkombinasikan nilai ujian nasional dan prestasi sekolah.

"Kalau dulu hasil UN sendiri yang menentukan kelulusan siswa tapi pada 2011 dikombinasikan antara UN dengan prestasi sekolah," kata Mendiknas M Nuh di Jakarta, Kamis.

Saat menyampaikan konferensi pers mengenai refleksi akhir tahun tersebut, Mendiknas mengatakan, sudah ada kesepakatan antara Kementerian Pendidikan Nasional dengan DPR bahwa formula UN 2011 diperbaiki.

Formula yang digunakan adalah menggabungkan 60 persen hasil ujian nasional (UN) ditambah 40 persen prestasi sekolah terdiri dari nilai ujian dan rapor. Nilai setiap mata pelajaran minimum 4,00.

"Bobot penilaian UN lebih tinggi karena jika prestasi sekolah yang lebih tinggi akan sulit sebab tidak semua sekolah memiliki akreditasi dan kualitas yang sama," tambah Mendiknas.

Bagi siswa yang tidak lulus UN dapat mengikuti ujian Paket C untuk tingkat SMU dan SMK serta Paket B untuk tingkat SMP sebab tidak diadakan lagi UN ulang.

"Semangat perbaikan UN 2011 adalah untuk menghargai proses belajar mengajar yang dilalui siswa," ujarnya.

UN yang dilaksanakan sebagai salah satu penentu kelulusan peserta didik dan menjadi pemetaan mutu program satuan pendidikan secara nasional.

UN juga bermanfaat sebagai pintu masuk untuk pembinaan dan perbaikan mutu pendidikan, baik ditingkat satuan pendidikan maupun nasional.

Di samping itu, dengan diadakannya UN akan mendorong motivasi belajar siswa serta mendorong peningkatan mutu proses belajar mengajar.(*)

Antaranews.com, 30 Desember 2010

Kamis, 06 Januari 2011

Kalender Akademik Semester II, T.P. 2010/2011

Kalender Akademik
Semester II Tahun Pelajaran 2010/2011


  • Pekan I : Tgl 10 - 14 Januari 2011
  • Pekan II : Tgl 17 - 21 Januari 2011
  • Pekan III : Tgl 24 - 28 Januari 2011
  • Pekan IV : Tgl 31 Jjan - 4 Februari 2011
  • Pekan V : Tgl 7 - 11 Februari 2011
  • Pekan VI : Tgl 14 - 18 Februari 2011
  • Pekan VII : Tgl 21 - 25 Februari 2011
  • Pekan VIII : Tgl 28 Februari - 4 Maret 2011
  • Pekan IX : Tgl 7 - 11 Maret 2011
  • Pekan X : Tgl 14 - 18 Maret 2011
  • Pekan XI : Tgl 21 - 25 Maret 2011
  • Pekan XII : Tgl 28 Maret - 1 April 2011
  • Pekan XIII :Tgl 4 - 8 April 2011
  • Pekan XIV : Tgl 11 - 15 April 2011
  • Pekan XV : Tgl 18 - 22 April 2011
  • Pekan XVI : Tgl 25 - 29 April 2011
  • Pekan XVII : Tgl 2 - 6 Mei 2011
  • Pekan XIX : Tgl 9 - 13 Mei 2011
  • Pekan XX : Tgl 16 - 20 Mei 2011
  • Pekan XXI : Tgl 23 - 27 Mei 2011

Senin, 03 Januari 2011

RAKER SEMESTER II SIT FAJAR HIDAYAH

Rapat Kerja


Semester II
T. P. 2010/2011


SIT FAJAR HIDAYAH

Kota Wisata, Cibubur 5 - 7 Januari 2011

Jumat, 17 Desember 2010

Materi Pembelajaran Teknologi Komunikasi (TIK) SMA

Perkembangan Komputer yang pesat telah memberikan banyak kemudahan bagi manusia dalam menyelesaikan pekerjaannya, terutama bidang informasi dan komunikasi. Oleh karena itu, Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dikenalkan dalam pendidikan di Indonesia

Materi Pembelajaran Teknologi Komunikasi (TIK) yang dipelajari di Kelas X SMA :

1. Melakukan Operasi Dasar Komputer

2. Mengidentifikasi Elemen Siklus Pemrosesan Informasi.

3. Mengidentifikasi Perangkat Keras yang Digunakan Beserta Fungsinya.

4. Mengenal Macam-macam Jaringan Komputer.

5. Sikap, Kesehatan, dan Keselamatan Kerja dalam Menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi.

6. Menggunakan Sistem Operasi.

7. Melakukan Setting Periferal.

8. Melakaukan Manajemen File.

9. Mengidentifikasi Perangkat Lunak Pengolah Kata (Microsoft Word)

10. Membuat Dokumen Baru Menggunakan Microsoft Word.

11. Mengelola dan Mencetak Dokumen.

12. Membuat Dokumen Dengan Melibatkan Tabel, Gambar, dan Diagram.

13. Membuat Dokumen Mail Merge dan Menggunakan Template.

Materi Pembelajaran Teknologi Komunikasi (TIK) yang dipelajari di Kelas XII SMA

SEMESTER I :

I. Mengenal Program Aplikasi Grafis :

A. Pendahuluan

B. Tipe-tipe Grafik Komputer.

C. Program Aplikasi Pengolah Grafis.

D. Memilih Program Aplikasi Grafis

E. Program Aplikasi Grafis Open Source.

II. Corel Draw, Program Aplikasi Grafis Berbasis Vektor :

A. Mengenal Area Kerja Corel Draw.

B. Menggambar Bentuk-bentuk Sederhana.

C. Memberikan Efek-efek Tambahan.

D. Mem-publish dan mencetak Grafik.

III. Photoshop, Pengolah Grafis Berbasis Bitmap :

A. Mengenal Adobe Photoshop

B. Memanipulasi Gambar Menggunakan Adobe Photoshop..

SEMESTER II :

IV. Mengenal Perangkat Lunak Presentasi :

A. Pendahuluan

B. Presentasi.

C. Perangkat Lunak Presentasi.

V. Program Presentasi Microsoft PowerPoint 2007 :

A. Pendahuluan

B. Aplikasi MS PowerPoint 2007.

C. Membuat Presentasi MS PowerPoint

D. Menggabungkan Dokumen Presentasi



Rabu, 15 Desember 2010

Seminar
"Pembelajaran Abad 21, Tantangan dan Kesempatan",
Jakarta 18 Desember 2010

Intel, Telkom, dan Axioo bekerja sama dengan Ikatan Guru Indonesia (IGI) dan Majalah Info Komputer akan mengadakan acara Seminar
"Pembelajaran Abad 21, Tantangan dan Kesempatan",

pada :
Hari/tanggal : Sabtu/ 18 Desember 2010
Waktu : 08.30 - 15.00 WIB
Tempat : Auditorium Telkom (Aula Pangeran Kuningan), Jl. Gatot Subroto 52, Jakarta

Pembicara Utama:
Prof DR H Arief Rahman, M. Pd
"Pembelajaran Abad 21, Tantangan & Kesempatan"

Rundown acara:
08.00 - 09.00 Registrasi peserta & Coffee Break
09.00 - 09.30 Pembukaan oleh Prof. Dr. Ir . Mohammad Nuh DEA, Menteri Pendidikan Nasional (dalam konfirmasi)
09.30 - 11.00 Transformasi Pendidikan Melalui Pemanfaatan TIK (Telkom, Intel & Axioo)
11.00 - 12.00 Diskusi Panel
12.00 - 13.00 Makan Siang
13.00 - 15.00 "Pembelajaran Abad 21, Tantangan & Kesempatan"
(Presentasi oleh Prof. DR. H. Arief Rahman, M.Pd)
15.00 - 15.15 Doorprize
15.15 - 15.30 Pembagian Sertifikat Peserta

Dresscode :
Batik

Undangan ini GRATIS (tidak dipungut biaya), namun hanya berlaku jika Anda melakukan registrasi melalui IGI dengan mengirimkan SMS dengan format: Nama#Sekolah#No.HP, kirim ke 02146462018, atau melalui email ke pito@igi.or.id.

Peserta seminar dinyatakan resmi apabila mendapat sms konfirmasi. Sewaktu-waktu pendaftaran akan ditutup jika kuota peserta sudah terpenuhi.

Dapatkan doorprise Notebook Axioo, External harddisk dan berbagai hadiah menarik lainnya.

Segera mendaftar, tempat terbatas!

(Sumber : www.Klubguru.com)

GURU BAIK BELUMLAH CUKUP, GURU HARUS BAIK, BENAR

GURU BAIK BELUMLAH CUKUP,

GURU HARUS BAIK, BENAR

Mengingat perkembangan teknologi yang semakin pesat, arus informasi yang deras, perubahan system pendidikan dan system social dalam setiap masyarakat modern, sangatlah penting bagi GURU untuk mengenal apa yang mendorong perilaku dan pikiran ANAK. Mengapa ANAK melakukannya atau sekedarmengetahui diri mereka sebagai seseorang”.

Pengenalan diri bukan saja hanya untuk menghadapi perubahan dan kemajuan jaman, tetapi lebih dari itu sangat membantu memudahkan kita untuk memahami orang lain. Dalam berinteraksi dalam kehidupan pribadi dan kehidupan “professional kita” hanya dengan mengenal diri, kita dapat mengenal orang lain. TIDAK menyalah artikan komunikasi atau atau tindakan mereka dan salah dalam menilai sikap mereka.

Bobby De Porter pengarang buku Quantum learning dan Quantum Teaching melakukan pendekatan pribadi untuk dapat merubah perilaku orang lain adalah “ masuklah ke dunia dia dan bawalah dia ke dunia kita”.

Hemat kami konsep itu amt sederhana dan mudah dilaksanakan tetapi akan sulit apabila kita tidak bisa “Biso Rumongso” (bisa merasa) bukan “Rumongso Biso” (Merasa bisa).

Biso Rumongso adalah konsep pengenalan diri, lebih dalam mengenal diri sendiri yang akhirnya dapat menimbulkan “SIMPATI” dan “EMPATI”. Sementara Rumongso Biso adalah konsep merendahkan orang lain atau membuat orang lain tidak berharga. Kecenderungan Rumongso Biso menimbulkan sikap Arogansi dan tidak memiliki welas asih, sombong dan menutup diri dari perubahan.

TO BE GOOD TEACHER (menjadi guru yang baik) bukanlah sesuatu yang sulit, tetapi juga bukan tanpa tantangan. Seringkali tantangan yang dihadapi “tidak tampak” tepatnya bukan seperti tantangan. Sebagai contoh kita bias mengukur diri tentang keberadaan kita di zona mana, baik atau belum, cobalah menjawab pertanyaan ini :

  1. Apakah menjadi guru cita-cita anda …..?
  2. Apakah menjadi guru bukan karena materi ….?
  3. Apakah pernah berkorban materi untuk menunjang profesi ….?
  4. Apakah anda korbankan pikiran anda untuk kemajuan pendidikan …?
  5. Apakah anda penyabar ..?
  6. Apakah anda mengajar dengan konsep …?
  7. Apakah anda kreatif ….?
  8. Apakah anda terbuka …?
  9. Apakah anda peduli dengan lingkungan sekitar ….?
  10. Apakah anda bertanggung jawab menjunjung moralitas ….?

Cobalah kita renungkan dan jujur untuk menjawab pertanyaan di atas, seandainya anda menjawab “YA” untuk semua pertanyaan di atas WAOOOUW …… SELAMAT ANDA LUAR BIASA “.


Kemampuan Personal seorang guru menjadi amat tergantung dengan kesiapan guru itu sendiri dalam menghadapi tantangan jaman, kondisi social, ekonomi lingkungan, bias menjadi daya dukung kemajuan atau malah menjadi VIRUS dan sumber penyakit “psikhologi” bagi kita antara lain :

  • MUAL : MUTU AMAT LEMAH
  • KUDIS : KURANG DISIPLIN
  • ASMA : ASAL MASUK KELAS SAJA
  • KUSTA : KURANG STRATEGI
  • TIPES : TIDAK PUNYA SELERA
  • TBC : TIDAK BISA COMPUTER
  • KRAM : KURANG TRAMPIL
  • POLIO : PAGI ON LINEOLDANOL
  • LESU : LEMAH SUMBERNYA
  • DIARE : DIREMEHKAN AREK-AREK
  • GINJAL : ………….

SEMOGA KITA TERMASUK YANG BERSIH dari Viru itu ….AMIIN.


(Disarikan dari kegiatan Training yang dibawakan oleh : Waris Hadi)