Senin, 26 Maret 2012

Pentingnya Media Pembelajaran


Pentingnya Media Pembelajaran
Dalam belajar mengajar hal yang terpenting adalah proses, karena proses inilah yang menentukan tujuan belajar akan tercapai atau tidak tercapai. Ketercapaian dalam proses belajar mengajar ditandai dengan adanya perubahan tingkah laku. Perubahan tingkah laku tersebut baik yang menyangkut perubahan bersifat pengetahuan (kognitif), keterampilan (psikomotor) maupun yang menyangkut nilai dan sikap (afektif).
Dalam proses belajar mengajar ada banyak faktor yang mempengaruhi tercapainaya tujuan pembelajaran diantaranya pendidik, peserta didik, lingkungan, metode/teknik serta media pembelajaran. Pada kenyataannnya, apa yang terjadi dalam pembelajaran seringkali terjadi proses pengajaran berjalan dan berlangsung tidak efektif. Banyak waktu, tenaga dan biaya yang terbuang sia-sia sedangkan tujuan belajar tidak dapat tercapai bahkan terjadi noises dalam komunikasi antara pengajar dan pelajar. Hal tersebut diatas masih sering dijumpai pada proses pembelajaran selama ini.
Dengan adanya media pembelajaran maka tradisi lisan dan tulisan dalam proses pembelajaran dapat diperkaya dengan berbagai media pembelajaran. Dengan tersedianya media pembelajaran, guru pendidik dapat menciptakan berbagai situasi kelas, menentukan metode pengajaran yang akan dipakai dalam situasi yang berlainan dan menciptakan iklim yang emosional yang sehat diantara peserta didik. Bahkan alat/media pembelajaran ini selanjutnya dapat membantu guru membawa dunia luar ke dalam kelas. Dengan demikian ide yang abstrak dan asing (remote) sifatnya menjadi konkrit dan mudah dimengerti oleh peserta didik. Bila alat/media pembelajaran ini dapat di fungsikan secara tepat dan proforsional, maka proses pembelajaran akan dapat berjalan efektif.
Dalam pembelajaran, alat atau media pendidikan jelas diperlukan. Sebab alat/ media pembelajaran ini memiliki peranan yang besar dan berpengaruh terhadap pencapaian tujuan pendidikan yang diinginkan.

Definisi Media Pembelajaran
Media pembelajaran secara umum adalah alat bantu proses belajar mengajar. Segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan atau ketrampilan pebelajar sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar. Batasan ini cukup luas dan mendalam mencakup pengertian sumber, lingkungan, manusia dan metode yang dimanfaatkan untuk tujuan pembelajaran / pelatihan.

 
Pembelajaran sebagai Proses komunikasi
Kata media merupakan bentuk jamak dari kata medium. Medium dapat didefinisikan sebagai perantara atau pengantar terjadinya komunikasi dari pengirim menuju penerima (Heinich et.al., 2002; Ibrahim, 1997; Ibrahimet.al., 2001). Media merupakan salah satu komponen komunikasi, yaitu sebagai pembawa pesan dari komunikator menuju komunikan (Criticos, 1996). Berdasarkan definisi tersebut, dapat dikatakan bahwa proses pembelajaran merupakan proses komunikasi.

 


 

                             Pesan                                         
                                                                                   Guru
                                                                            (Komunikator)
                           
siswa
(Komunikan)

Gambar 2 : proses komunikasi

Proses pembelajaran mengandung lima komponen komunikasi, guru (komunikator),
bahan pembelajaran, media pembelajaran, siswa (komunikan), dan tujuan pembelajaran.
Jadi, Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk
menyalurkan pesan (bahan pembelajaran), sehingga dapat merangsang perhatian, minat, pikiran, dan perasaan siswa dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan belajar.


Gambar 3 : 5 Komponen dalam Proses Pembelajaran


Karakteristik Media 2 Dimensi
Media dua dimensi adalah sebutan umum untuk alat peraga yang hanya memiliki
ukuran panjang dan lebar yang berada pada satu bidang datar. Media pembelajaran dua dimensi meliputi grafis, media bentuk papan, dan media cetak yang penampilan isinya tergolong dua dimensi.
Media grafis. Media grafis adalah suatu penyajian secara visual yang menggunakan
titik-titik, garis-garis, gambar-gambar, tulisan-tulisan, atau simbul visual yang lain
dengan maksud untuk mengihtisarkan, menggambarkan, dan merangkum suatu ide, data atau kejadian. Fungsi umum media grafis adalah untuk menyalurkan pesan dari sumber ke penerima pesan. Sedangkan fungsi khususnya adalah untuk menarik perhatian, memperjelas ide, mengilustrasikan atau menghiasi fakta yang mungkin akan cepat dilupakan atau diabaikan bila tidak digrafiskan.
Karakteristik media grafis dapat dilihat berdasarkan ciri-cirinya, kelebihan yang
dimilikinya, kelemahannya, unsur-unsur disain dan kriteria pembuatannya, dan jenis jenisnya. Ciri-cirinya, media grafis termasuk: media dua dimensi sehingga hanya dapat
dilihat dari bagian depannya saja; media visual diam sehingga hanya dapat diterima
melalui indra mata.
Karakteristik Media 3 Dimensi
Media tiga dimensi ialah sekelompok media tanpa proyeksi yang penyajiannya
secara visual tiga dimensional. Kelompok media ini dapat berwujud sebagai benda asli
baik hidup maupun mati, dan dapat pula berwujud sebagai tiruan yang mewakili aslinya.
Benda asli ketika akan difungsikan sebagai media pembelajaran dapat dibawa langsung ke kelas, atau siswa sekelas dikerahkan langsung ke dunia sesungguhnya di mana benda asli itu berada. Apabila benda aslinya sulit untuk dibawa ke kelas atau kelas tidak mungkin dihadapkan langsung ke tempat di mana benda itu berada, maka benda tiruannya dapat pula berfungsi sebagai media pembelajaran yang efektif.
Media tiga dimensi yang dapat diproduksi dengan mudah, adalah tergolong
sederhana dalam penggunaan dan pemanfaatannya, karena tanpa harus memerlukan
keahlian khusus, dapat dibuat sendiri oleh guru, bahannya mudah diperoleh di lingkungan sekitar. Moedjiono (1992) mengatakan bahwa media sederhana tiga dimensi memiliki kelebihan-kelebihan: memberikan pengalaman secara langsung, penyajian secara kongkrit dan menghindari verbalisme, dapat menunjukkan obyek secara utuh baik konstruksi maupun cara kerjanya, dapat memperlihatkan struktur organisasi secara jelas, dapat menunjukkan alur suatu proses secara jelas. Sedangkan kelemahan-kelemahannya adalah: tidak bisa menjangkau sasaran dalam jumlah yang besar, penyimpanannya memerlukan ruang yang besar dan perawatannya rumit.

PERAN MEDIA PEMBELAJARAN  UNTUK EFEKTIFITAS KBM
Kegunaan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar diantaranya;
1. Media pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan supaya tidak terlalu verbalitas (dalam bentuk kata-kata tertulis atau hanya kata lisan)
2. Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera, misalnya;


objek yang terlalu besar – bisa digantikan dengan realita, gambar, film bingkai, film, atau model.
objek yang kecil – dibantu dengan proyektor mikro, film bingkai, film, atau gambar.
gerak yang terlalu lambat atau terlalu cepat, dapat dibantu dengan timelapse atau high-speed photography.
kejadian atau peristiwa yang terjadi dimasa lalu bisa ditampilkan lagi lewat rekaman film, video, film bingkai, atau foto.
objek yang terlalu kompleks, dapat disajikan dengan model, diagram atau melalui program komputer animasi.
  • konsep yang terlalu luas (gempa bumi, gunung beapi, iklim, planet dan lain-lain) dapat divisualisasikan dalam bentuk film, gambar dan lain-lain.
3. Dengan menggunakan media pembelajaran secara tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif anak didik. Dalam hal ini media pembelajaran berguna untuk;
  • menimbulkan motivasi belajar
  • memungkinkan interaksi langsung antara anak didik dengan lingkungan secara seperti senyatanya.
  • memungkinkan peserta didik belajar mandiri sesuai dengan kemampuan dan minatnya.
4. Dengan latar belakang dan pengalaman yang berbeda diantara peserta didik, sementara kurikulum dan materi pelajaran di tentukan sama untuk semua peserta didik.hal ini dapat diatasi dengan media pendidikan yaitu;
  • memberikan perangsang yang sama
  • mempersamakan pengalaman
  • menimbulkan persepsi yang sama
Sementara itu Abu Bakar Muhammad, berpendapat bahwa kegunan alat/ media pembelajaran itu antara lain adalah 1) mampu mengatasi kesulitan-kesulitan dan memperjelas materi pelajaran yang sulit, 2) mampu mempermuda pemahaman dan menjadikan pelajaran lebih hidup dan menarik, 3) merangsang anak untuk bekerja dan menggerakkan naluri kecintaan menelaah (belajar) dan menimbulkan kemauan keras untuk mempelajarai sesuatu, 4) membantu pembentukan kebiasaan, melahirkan pendapat, memperhatikan dan memikirkan suatu pelajaran serta, 5) menimbulkan kekuatan perhatian (ingatan) mempertajam indera, melatihnya, memperluas perasaan dan kecepatan dalam belajar.
Dengan demikian, apabila pembelajaran memanfaatkan lingkungan sebagai alat/ media pembelajaran dalam proses belajar mengajar maka peserta didik akan memiliki pemahaman yang bagus tentang materi yang didapatkan, sehingga besar kemunkinan dengan memperhatikan alat/ media pengajaran itu tujuan pembelajaran akan tercapai dengan efektif dan efisien. Variasi dalam pembelajaran dengan menjadikan lingkungan sebagai media belajar menyenangakan akan mendukung pelajaran yang tidak membosankan bahkan menjadikan belajar semakin efektif.

Kesimpulan
Dari pendapat di atas disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, dapat merangsang fikiran, perasaan, dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik.
Dampak perkembangan Iptek terhadap proses pembelajaran adalah diperkayanya
sumber dan media pembelajaran, seperti buku teks, modul, overhead transparansi, film,
video, televisi, slide, hypertext, web, dan sebagainya. Guru profesional dituntut mampu
memilih dan menggunakan berbagai jenis media pembelajaran yang ada di sekitarnya.

Pengembangan media pembelajaran hendaknya diupayakan untuk memanfaatkan
kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh media tersebut dan berusaha menghindari
hambatan-hambatan yang mungkin muncul dalam proses pembelajaran

Jumat, 09 Maret 2012

Ciri Guru Profesional

10 ciri guru profesional


1. Selalu punya energi untuk siswanya
Seorang guru yang baik menaruh perhatian pada siswa di setiap percakapan atau diskusi dengan mereka. Guru yang baik juga punya kemampuam mendengar dengan seksama.
2. Punya tujuan jelas untuk Pelajaran
Seorang guru yang baik menetapkan tujuan yang jelas untuk setiap pelajaran dan bekerja untuk memenuhi tujuan tertentu dalam setiap kelas.
3. Punya keterampilan mendisiplinkan yang efektif
Seorang guru yang baik memiliki keterampilan disiplin yang efektif sehingga bisa  mempromosikan perubahan perilaku positif di dalam kelas.
4. Punya keterampilan manajemen kelas yang baik
Seorang guru yang baik memiliki keterampilan manajemen kelas yang baik dan dapat memastikan perilaku siswa yang baik, saat siswa belajar dan bekerja sama secara efektif,  membiasakan menanamkan rasa hormat kepada seluruh komponen didalam kelas.


5. Bisa berkomunikasi dengan Baik Orang Tua
Seorang guru yang baik menjaga komunikasi terbuka dengan orang tua dan membuat mereka selalu update informasi tentang apa yang sedang terjadi di dalam kelas dalam hal kurikulum, disiplin, dan isu lainnya. Mereka membuat diri mereka selalu bersedia memenuhi  panggilan telepon, rapat, email dan sekarang, twitter.
6. Punya harapan yang tinggi pada siswa nya
Seorang guru yang baik memiliki harapan yang tinggi dari siswa dan mendorong semua siswa dikelasnya untuk selalu bekerja dan mengerahkan potensi terbaik mereka.
7. Pengetahuan tentang Kurikulum
Seorang guru yang baik memiliki pengetahuan mendalam tentang kurikulum sekolah dan standar-standar lainnya. Mereka dengan sekuat tenaga  memastikan pengajaran mereka memenuhi standar-standar itu.
8. Pengetahuan tentang subyek yang diajarkan
Hal ini mungkin sudah jelas, tetapi kadang-kadang diabaikan. Seorang guru yang baik memiliki pengetahuan yang luar biasa dan antusiasme untuk subyek yang mereka ajarkan. Mereka siap untuk menjawab pertanyaan dan menyimpan bahan menarik bagi para siswa, bahkan bekerja sama dengan bidang studi lain demi pembelajaran yang kolaboratif.
9. Selalu memberikan yang terbaik  untuk Anak-anak dan proses Pengajaran
Seorang guru yang baik bergairah mengajar dan bekerja dengan anak-anak. Mereka gembira bisa mempengaruhi siswa dalam kehidupan  mereka dan memahami dampak atau pengaruh yang mereka miliki dalam kehidupan siswanya, sekarang dan nanti ketika siswanya sudah beranjak dewasa.
10. Punya hubungan yang berkualitas dengan Siswa
Seorang guru yang baik mengembangkan hubungan yang kuat dan saling hormat menghormati dengan siswa dan membangun hubungan yang dapat dipercaya.
Disarikan dari situs Apple for the teacher

Jumat, 10 Februari 2012

Kamis, 02 Februari 2012

Special Event "Sunda Day"

Special Event Sunda Day

Kamis, 16 Februari 2012
Kegiatan :
* Pentas Wayang Golek & Dongeng Bahasa Sunda
* Performance Siswa :
   Lagu Sunda, Drama, 
* Lomba - Lomba :
   Pidato (Biantara)
   Mendongeng,
   Kolase Rumah Adat Jawa Barat
   Menggambar Rumah Adat Jawa Barat
   Membuat Wayang golek.

   Peserta : Siswa TK, SD, SMP & SMA

  

Kamis, 12 Januari 2012

Liburan di Lampung

Liburan akhir tahun 2011 kami gunakan untuk jalan jalan ke daerah Lampung. Sekedar untuk mengetahui daerah Lampung pada waktu libur.

Pada hari kamis 29 Desember 2011 kami Berangkat dari perumahan Kota Wisata Cibubur . Jalan Tol JORR Jatiasih ke arah Bintaro, BSD City  dilanjutkan melalui Jalan Tol Jakarta - Merak.

Sampai Pelabuhan Merak pada malam hari, kendaraan kami antri untuk  masuk kapal Ferry 'Panorama Nusantara' kapal Ferry tersebut nampak luas. kami masuk ke bagian penumpang ber AC dan diminta membayar tiket tambahan Rp 10.000, kadang-kadang saya berjalan dari bagian satu ke bagaian lainnya. Kami pun sempat berkumpul di lantai 4 kapal yang secara langsung dapat melihat langit pada malam hari.

Perjalanan dari Pelabuhan Merak ke Bakauheni memerlukan waktu sekitar 2 jam 30 menit. Jumat,  30 Desember 2011 Perjalanan kami lanjutkan melewati Universitas Lampung (UNILA), Rumah Sakit Imanuel, kami sempat juga singgah di daerah Transmigrasi Kab. Tulang Bawang. Daya Murni.

Pada sore hari kami lanjutkan perjalanan menuju Kota Bumi (Lampung Utara) menginap di rumah kerabat teman. Hari Sabtu 31 Desember 2011 kami mengikuti acara di Lampung Selatan dilanjutkan perjalanan pulang ke Jakarta pada malam tahun baru 2012.

Sekedar untuk mengetahui keadaan di luar Pulau Jawa.

Tugu Selamat Datang, Kota Bumi (Lampung Utara)

Depan kantor Bank Lampung
Antrian Kendaraan pada malam hari, masuk ke Kapal Ferry.
Di atas Kapal Ferry, perjalanan pulang dari Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak

Rabu, 28 Desember 2011

Materi Difusi Inovasi Pendidikan



Materi Difusi Inovasi Pendidikan
1.    Konsep Dasar dan Elemen Pokok Difusi Inovasi Pendidikan
a.                a. Pengertian Difusi
b.                b. Elemen Pokok dalam Difusi Inovasi
c.                 c. Difusi Inovasi dalam Pembelajaran

2.    Proses Keputusan Inovasi
a.                 a. Model Proses keputusan Inovasi
-  Tahap pengetahuan
-  Tahap persuasi
-  Tahap keputusan
-  Tahap implementasi
-  Tahap Konfirmasi
b.                 b. Saluran komunikasi pada tahapan proses keputusan inovasi
c.                 c.  Proses Keputusan Inovasi dalam Pendidikan

3.    Karakteristik Inovasi Pendidikan dan kecepatan adopsinya
a.    Kecepatan Adopsi
b.    Penelitian tentang Karakteristik Inovasi
c.     Karakteristik Inovasi
1.    Keuntungan relative
2.    Kompatibili tas
3.    Kompleksitas
4.    Trialabilitas
5.    Observabilitas
d.    Karakteristik Inovasi Pendidikan, Kecepatan Adopsi dan Penerapannya

4.    Keinovatifan dan Kategori Pengadop Inovasi
a.    Klasifikasi kategori pengadop inovasi sebagai dasar Keinovatifan
b.    Kategori Pengadop Inovasi
c.     Karakteristik dan Kategori Pengadop Inovasi
d.    Strategi Difusi Inovasi di Bidang Pendidikan terhadap pengadop inovasi

5.    Agen Perubahan di bidang pendidikan
a.    Hakikat agen perubahan
b.    Agen perubahan sebagai penghubung
c.     Faktor sukses agen perubahan
d.    Sistem Difusi Desentralisasi dan Sentralisasi
e.    Peran agen perubahan dalam proses difusi inovasi di bidang pendidikan

6.    Inovasi dalam organisasi
a.    Pengertian Organisasi
b.    Tipe kebutuhan organisasi dalam organisasi
c.     Keinovatifan Organisasi
d.    Proses Inovasi dalam dalam organisasi
e.    Proses menerapkan inovasi pada lembaga pendidikan

7.    Perubahan Terencana Pendidikan
a.    Latar belakang, Bentuk, Pengertian dan Cakupan Perubahan-perubahan Terencana
b.    Faktor pendorong terjadinya perubahan
c.     Proses perubahan terencana
d.    Perubahan terencana dalam pendidikan
e.    Strategi dan peran agen perubahan pada perubahan terenca dalam pendidikan

8.    Konsekuensi Inovasi 
a.    Studi tentang konsekuensi
b.    Klasifikasi konsekuensi inovasi
c.     Bentuk, fungsi dan makna suatu kosekuensi inovasi
d.    Kesamaan dalam konsekuensi inovasi
e.    Konsekuensi inovasi di bidang pendidikan

9.    Difusi dan Inovasi dalam Bidang Pengembangan Ketenagaan Pendidikan
a.    Hakikat dan jenis Pendidik dan Tenaga Kependidikan
b.    Multi peran dan kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan
c.     Pendidikan dan Pelatihan Pendidik dan Tenaga Kependidikan berbasis kompetensi
d.    Inovasi Pengembangan profesionalisme berkelanjutan pendidik dan Tenaga Kependidikan
e.    Difusi dan Inovasi system pengembangan pedidik dan tenaga kependidkan

10. Difusi dan Inovasi Manajen Pendidikan
a.    Pengertian manajemen pendidikan
b.    Fungsi-fungsi manajemen pendidikan
c.     Kepemimpinan pendidikan sebagai bagaian dari manajemen pendidikan
d.    Inovasi manajemen pendidikan dan contoh aplikasinya pada satuan pendidikan
e.    Difusi dan Inovasi manajemen pendidikan

11. Difusi Inovasi Kurikulum
a.    Perlunya Inovasi Kurikulum
b.    Inovasi Kurikulum berbasis kompetensi
c.     Inovasi Kurikulum berbasis masyarakat
d.    Inovasi kurikulum berbasis keterpaduan
e.    Difusi Inovasi Kurikulum

12. Difusi Inovasi Pendekatan AIKEM
a.    Perlunya Inovasi Pembelajaran
b.    Inovasi pembelajaran Quantum
c.     Inovasi pembelajaran kontekstual (kontextual Teaching Learning)
d.    Inovasi pembelajaran Tematik dan Terpadu
e.    Difusi Inovasi PAKEM

13. Difusi Inovasi Pembelajaran Berbasis Elektronik (e-learning)
a.    Latar Belakang dan hakikat Inovasi Pembelajaran berbasis elektronik (e-learning)
b.    Peranan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) dalam pembelajaran
c.     Pengembangan system e-learning
d.    Aplikasi TIK untuk e-learning
e.    E-Learning dan Distance Learning
f.     Difusi dan Inovasi e-learning.