Senin, 18 Februari 2013

Jadwal Ujian Nasional (UN) 2013

JADWAL UN 2013


UN untuk tingkat SMA/MA akan diselenggarakan pada tanggal 15-18 April. Sementara untuk tingkat SMK dan SMALB, UN akan digelar pada tanggal 15-17 April. Bagi siswa yang sakit atau berhalangan hadir dapat mengikuti UN susulan yang diselenggarakan pada tanggal 22-25 April 2013.

Untuk tingkat SMP/SMPLB/MTs, UN digelar pada tanggal 22-25 April dengan rincian mata pelajaran bahasa Indonesia, bahasa Inggris, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Sama seperti tingkat SMA, UN susulan dilakukan sepekan setelah UN berlangsung yaitu pada tanggal 29 April-2 Mei 2013.

Sementara untuk tingkat SD/SDLB/MI, UN akan diselenggarakan pada tanggal 6-8 Mei dengan mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Indonesia, Matematika dan IPA. UN susulan bagi yang sakit atau tidak hadir akan dilaksanakan pada tanggal 13-15 Mei 2013


Sumber : www.kompas.com

Kamis, 07 Februari 2013

Kurikulum "Berpikir" 2013

Artikel ini saya peroleh dari website Rumah Perubahan (Prof. Rhenald Kasali)

Kurikulum 'Berpikir' 2013 


Di banyak negara, saya sering menyaksikan siswa sekolah atau mahasiswa yang aktif berdiskusi dengan guru atau dosennya. Persis seperti yang dulu sering kita lihat dalam iklan margarin pada tahun 1980-an, atau gairah siswa Wellesley College yang kita lihat dalam film Monalisa Smile.

Sewaktu mengajar di University of Illinois, saya kerap berhadapan dengan anak-anak seperti itu. Karena materi yang harus diajarkan begitu banyak, saya menjawab seperti kebiasaan guru di sini. ”Sebentar ya. Biar saya selesaikan dulu.” Namun, anak-anak itu tetap tak mau menurunkan tangannya sebelum dilayani berdiskusi.

Belakangan saya diberi tahu bahwa pendidik yang baik harus cekatan melayani diskusi, bukan meringkas isi buku. Seorang guru besar senior mengingatkan, ”Kami bersusah payah mengubah satu generasi, dari TK hingga SLTA, mengubah kebiasaan siswa yang malas berpikir menjadi aktif mengeksplorasi dengan lebih percaya diri.”

Mengapa tradisi seperti itu tidak terjadi di sini? Bahkan di perguruan tinggi semakin banyak dosen mengeluh bahwa anakanak sekarang tidak gemar membaca sehingga tidak bisa diajak berdiskusi.

Dihafal, bukan dipikir
Anak-anak kita punya tradisi belajar yang sangat berbeda, yang mengakar sejak taman kanak-kanak. Mata ajaran yang dipelajari jauh lebih banyak, tetapi tidak mendalam. Kalau sulit, rumus yang sangat banyak dibuatkan jembatan keledai atau singkatan-singkatan agar mudah dikeluarkan dari otak.

Cara belajar yang demikian berpotensi menghasilkan ”penumpang” ketimbang ”pengemudi”. Karena itu, banyak orang yang lebih senang duduk menunggu, hidup ”menumpang”, ”dituntun”, atau diarahkan ketimbang menjadi pengemudi yang aktif dan dinamis.

Seperti tampak di angkutan umum, penumpang boleh mengantuk, tertidur, terdiam, sibuk sendiri, tak perlu tahu arah jalan, dan praktis kurang berani mengambil risiko. Sementara pengemudi adalah sosok yang sebaliknya. Karena orangtua juga dibesarkan dalam tradisi belajar yang sama, tradisi serupa ada di rumah. Dengan jumlah mata ajaran yang semakin hari semakin banyak, jumlah yang dihafal siswa di sini juga semakin memberatkan.

Perhatikanlah bagaimana siswa berikut ini belajar. Siswa kelas I SD yang ibunya bekerja mengucapkan kalimat ini: ”Keluarga inti adalah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak-anak. Ayah ke kantor mencari nafkah, ibu merawat anak-anak di rumah.” Anak itu sempat protes karena ibunyalah yang bekerja, tetapi ibu guru menyatakan ”Dihafal saja karena bukunya berkata demikian”. Ibu di rumah berkata serupa: ”Kalau engkau mau naik kelas, dihafal saja.”

Daya kritis tidak diberi ruang, pertanyaan-pertanyaan penting yang diperlukan manusia untuk bernalar dimatikan sedari muda. Sementara mata ajar kesenian yang diadakan untuk merangsang daya kreasi juga distandarkan dan dihafal. Seperti yang dialami anak-anak yang menggambar pemandangan: gunung dua berjajar, matahari di tengah, dan seterusnya.

Hafalan diperlukan untuk mengikuti ujian nasional dan agar diterima di perguruan tinggi atau menjadi pegawai negeri sipil. Bahkan untuk diterima di jurusan seni rupa sebuah perguruan tinggi negeri terkenal, ujian masuknya juga ujian menghafal, bukan portofolio karyakarya calon mahasiswa.

Demikianlah penumpang, sekolahnya menghafal tetapi tidak berani berbuat, apalagi menyatakan identitas diri atau berpikir. Ini ditambah lagi tradisi membesarkan anak yang sejak lahir tubuh dan kedua kaki-tangannya dibedong lalu digendong. Sekalipun sudah bisa berjalan, kita selalu dituntun orang dewasa. Beda benar dengan tradisi belajar di negara-negara yang mendorong manusianya berpikir dan bertindak. Di negeri penumpang, wacana berlimpah, gagasan hebat mudah ditemui di televisi, tetapi sedikit sekali kaum elite yang bergerak.

Kurikulum berpikir
Gagasan merampingkan jumlah mata ajaran tentu saja tak boleh diikuti oleh rasa takut yang berlebihan di kalangan para pendidik. Sebab, sebagaimana layaknya setiap perubahan, maka tak pernah ada perubahan yang langsung berakhir dengan kesempurnaan. Namun, satu hal yang pasti, seperti orang yang berfoto bersama, maka setiap orang akan selalu melihat pada wajahnya masing-masing. Ia akan mengatakan fotonya bagus, semata-mata kalau dirinya tampak bagus.

Bagi saya, perubahan kurikulum yang ramai diperbincangkan seharusnya dapat dilihat pada aspek lebih luas daripada sekadar merampingkan mata ajaran. Perubahan ini seharusnya dapat dijadikan momentum untuk melakukan transformasi diri manusia Indonesia dari tradisi mindset ”penumpang” menjadi cara berpikir ”pengemudi”. Transformasi ini berdampak sangat luas yang sudah pasti membutuhkan penyempurnaan bertahap hingga ke tingkat pendidikan tinggi.

Riset-riset terbaru menunjukkan, betapa banyak cara kita belajar sudah harus diubah. Daniel Coyle (2010), misalnya, menunjukkan kemajuan yang dicapai dalam neuroscience yang menemukan bahwa manusia cerdas tidak hanya dibentuk oleh memori otak, tetapi juga memori otot (myelin). Sementara Carol Dweck dan Lisa Blackwell (2011) menemukan bahwa anak-anak yang secara akademik dianggap cerdas berpotensi menyandang mindset tetap sehingga kecakapannya untuk berkembang menjadi terhambat.

Keduanya menunjukkan cara-cara baru membentuk mental pengemudi yang sangat dibutuhkan untuk mempersiapkan generasi baru di abad ke-21. Jadi, terimalah perubahan dan persiapkan lebih baik.

Rhenald Kasali

Founder Rumah Perubahan


http://nasional.kompas.com/read/2012/12/28/0826209/Kurikulum..quot.Berpikir.quot..2013
 

Rabu, 02 Januari 2013

Metode Pembelajaran



Metode Pembelajaran

Dalam melaksanakan tugas di Bidang Pendidikan khususnya untuk guru, diperlukan adanya kemampuan atau kompetensi profesional yang menjadi prasyarat keberhasilan suatu pelaksanaan tugas. Kemampuan professional ini, terutama berkaitan dengan bagaimana menciptakan lingkungan untuk terjadinya proses pembelajaran yaitu dengan menerapkan metode pembelajaran yang efektif dan efisien. Hal ini sangat penting dikuasai oleg guru karena tuntutan pokok yang dihadapi sehari-hari dalam tugas profesionalnya.

1.      PEMAHAMAN TENTANG PROSES PEMBELAJARAN
A.      Pengertian Pembelajaran dan Pengajaran
B.      Peran  Guru dalam Proses Pembelajaran
C.      Pendekatan Pembelajaran
D.     Pendekatan sistem dalam Pembelajaran
E.      Pembelajaran sebagai Suatu Sistem :
F.       Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning)

2.      MENGAJAR DALAM PEMBELAJARAN
A.      Paradigma Mengajar
B.      Pengertian Mengajar
C.      Asas-asas mengajar
D.     Prinsip-prinsip Umum Mengajar
E.      Persyaratan Keterampilan Guru dalam Proses Pembelajaran

3.      BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN
A.      Pengertian Belajar
B.      Asumsi Pengaktifan Siswa dalam Belajar
C.      Prinsip-Prinsip Belajar
D.     Teori-teori Belajar
E.      Tipe-tipe Belajar
F.       Bentuk-bentuk Belajar
G.     Faktor-faktor dalam Belajar

4.      INTERAKSI, KOMUNIKASI DAN GAYA MENGAJAR
A.      Interaksi  dalam Proses Pembelajaran
B.      Penataan Pola Komunikasi dalam Proses Pembelajaran
C.      Berbagai Gaya Mengajar
D.     Pembelajaran Klasik dan Landasannya
E.      Pembelajaran Teknologis dan dan Landasannya
F.       Pembelajaran Personalisasi dan Landasannya
G.     Pembelajaran Interaksional dan Landasannya
H.     Makna Berbagai Gaya Mengajar bagi Guru
I.        Gaya Penampilan Guru Ketika Mengajar

5.      METODE PEMBELAJARAN PENDEKATAN KELOMPOK
A.      Konsep Belajar yang Berpusat pada Siswa
B.      Penerapan Model Dasar Pembelajaran
C.      Metode Pembelajaran

6.      METODE PEMBELAJARAN PENDEKATAN INDIVIDUAL
A.      Konsep Dasar Belajar Tuntas
B.      Strategi Belajar Tuntas  Model Bloom
C.      Belajar Tuntas dalam Kurikulum …..
D.     Sistem Pembelajaran Modul
E.      Sistem Pembelajaran Berprogram
F.       Personalized  sytem of Intruction (PSI)
G.     Sistem Pembelajaran Plan

7.      MENGAJAR DALAM PRAKTIK
A.      Memberikan Penjelasan
B.      Mengajukan Pertanyaan
C.      Memberikan Penguatan (Reinforcement)
D.     Pengembangan Kemampuan Penalaran dn Pemecahan Masalah
E.      Menyelenggarakan Diskusi

8.      SUMBER BELAJAR DAN MEDIA PEMBELAJARAN
A.      Sumber Belajar
B.      Media Pembelajaran
C.      Lembaran Kerja Siswa

9.      PENGALAMAN BELAJAR
A.      Prinsip Umum Pengalaman Mengajar
B.      Pengalaman Belajar Menurut Edgar Dale
C.      Pengalaman Belajar Menurut Peter Shea
D.     Pengalaman Belajar dan Kegiatan Pembelajaran
E.      Pengalaman Belajar dan Kecakapan Hidup (Life Skill)

10.  EVALUASI HASIL BELAJAR
A.      Makna Evaluasi
B.      Jenis Evaluasi
C.      Alat Evaluasi
D.     Acuan yang Digunakan dalam Evaluasi
E.      Teknik Evaluasii
F.       Bentuk-bentuk Soal Tes
G.     Langkah-langkah Evaluasi
H.     Ketuntasan Belajar
I.        Penilaian Hasil Belajar Tuntas (Mastery Learning)
J.        Instrumen Evaluasi Proses Pembelajaran
K.      Evaluasi Berdasarkan Taksonomi Bloom

11.  UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN PROSES PEMBELAJARAN
A.      Penataan Ruangan Kelas
B.      Penerapan Prinsip Belajar Sambil Berbuat
C.      Upaya Guru Membimbing dan Mengarahkan Siswa untuk Belajar

Selasa, 18 Desember 2012

Kunjungan Pabrik Ke SOSRO

Kunjungan Edukatif Siswa Kelas 5 SD SIT Fajar Hidayah Kota Wisata Cibubur ke pabrik SOSRO ( PT. Sinar Sosro) Cakung  Jl Sultan Agung. Bekasi. Selasa 18 Desember 2012.

Acara ;
- Penyambutan, ucapan selamat datang di Pabrik Sosro
- Pemaparan Sejarah Teh di Dunia
- Pemaparan Sejarah Teh di Indonesia
- Pemaparan tentang Perusahaan Teh SOSRO
- Menyaksikan Film Animasi tentang Teh Botol Sosro
- Touring di Pabrik SOSRO
- Kembali ke Auditorium, Sesi tanya jawab.
- photo sesion
- Penutup

Foto bersama di Auditorium Graha Sosro











Suasana di dalam Pabrik Teh Botol Sosro



Minggu, 16 Desember 2012

Video Klikindonesia.org


"Klik kita untuk Indonesia" 

 

 Video lagu tema gerakan klik Indonesia.

Beberapa hari lalu saya mendapat info dari teman tentang deklarasi klik Indonesia.

(http[://www.klikindonesia.org)

Latar Belakang

Internet di Indonesia tumbuh sedemikian pesat dengan pangsa pasar yang masih sedemikian luas untuk berkembang. Tercatat hari ini di Indonesia ada sekitar 50 juta pengguna Interneť, 70% diantaranya mengakses dari ponsel. Dengan pasar ponsel yang kini mencapai 250 juta handsets aktif dan penjualan handsets mencapai hampir 100 juta unit per tahun, Indonesia merupakan pasar luar biasa untuk konten Internet. Ini belum memperhitungkan jumlah komputer desktop yang terhubung ke Internet maupun pesawat televisi yang semakin dapat menampilkan tidak hanya siaran tv konvensional tapi juga berbagai konten Internet dan beragam aplikasi.
Begitu menariknya pasar Indonesia, selain karena jumlah pasar juga karena perilaku pasar yang begitu adaptif terhadap tersedianya berbagai hal baru di Internet. Hal ini terlihat dari peringkat pengguna Indonesia di situs2 dunia yang selalu mendominasi seperti peringkat 4 di facebook, peringkat 5 di twitter.



Visi :
 - Internet Indonesia untuk Bangsa Indonesia
Misi :
 - Sosialisasi   Mensosialisasikan pengguna Internet Indonesia bahwa setiap klik mereka sangat berarti bagi Industri Internet Indonesia
 - Fasilitasi   Membantu para pembuat konten dan aplikasi Internet Indonesia dalam mewujudkan setiap ide dan menerapkan keahliannya, hingga menjadi konten dan aplikasi yang mudah dan baik untuk diakses
 - Sinergi   Menjadi simpul penghubung dan mensinergikan seluruh aspek yang dapat mendukung Industri Internet Indonesia untuk dapat saling bekerjasama memberikan manfaat
 - Transformasi   Berkomunikasi dan bersinergi dengan penyedia konten dan aplikasi dari luar Indonesia agar dalam usahanya merambah pasar Indonesia juga memberikan nilai tambah bagi Industri Internet Indonesia
 - Regulasi   Bermitra dengan pemerintah agar pemerintah melalui kebijakan kebijakannya dapat membantu menumbuh kembangkan Industri Internet Indonesia

Senin, 10 Desember 2012

Kurikulum 2013 (Diknas)

Kemdikbud Siap Implementasikan Kurikulum 2013



Jakarta --- Uji publik kurikulum 2013 terus bergulir. Di hari ke tujuh sejak uji publik diluncurkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada 29 November lalu melalui link http://kurikulum2013.kemdikbud.go.id, telah diterima saran, pendapat sebanyak lebih dari 1.300 masukan dari 15.000 pengunjung link tersebut. Masukan dari masyarakat ini sangat membantu Kemdikbud dalam menyempurnakan rancangan kurikulum 2013.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan, jika dicermati masukan yang disampaikan melalui uji publik ini cenderung bersifat masukan teknis kesiapan implementasi kurikulum 2013. Dari sisi materi kurikulum, lanjutnya, kurikulum 2013 mendapat dukungan positif dari berbagai kalangan. "Untuk itu, seraya uji publik ini berjalan kita juga mempersiapkan teknis pendukung implementasi," kata Menteri Nuh saat jumpa pers di kantor Kemdikbud, Kamis (6/12).
Ada tiga hal yang disiapkan untuk implementasi kurikulum 2013. Pertama, kesiapan buku pegangan utama guru dan buku bagi siswa. Buku babon (induk) untuk guru harus dipersiapkan secara matang agar benar-benar menjadi panduan guru dalam implementasi. Meski kurikulum 2013 belum disahkan, materi-materi perubahan telah dikaji oleh tim kurikulum, sehingga bisa disusun buku-buku pegangan bagi para guru dan siswa.
Dengan adanya buku babon ini, standar kompetensi lulusan bisa ditentukan. Begitu pula dengan standar isi dan standar prosesnya. Dalam menyusun buku babon, Kemdikbud melibatkan unsur guru dalam pembahasan. Namun demikian, tentu tidak semua guru ikut menyusun. Hanya guru yang memiliki rekam jejak dalam kurikulum yang diundang. "Tidak benar dalam penyusunan kurikulum 2013 guru tidak dilibatkan, tapi tidak diundang seluruhnya, karena jumlah guru luar biasa banyak, 2,9 juta guru" katanya.
Yang kedua, Kemdikbud akan melakukan pelatihan bagi guru. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan yang bersifat manajemen kepentingan. Yaitu pelatihan guru dilakukan secara bertahap dengan melihat jenjang pendidikan dan sisi kewilayahannya.
Dari segi jenjang pendidikan, pelatihan guru akan dimulai dari guru yang mengajar pada kelas-kelas yang menjadi pilot kurikulum 2013. Seperti kelas 1, kelas 4, kelas 7, dan kelas 10. Setelah mereka selesai dilatih, mereka akan langsung menjadi Trainer of trainer (ToT) bagi guru lainnya.
Dan persiapan yang ketiga adalah persiapan administrasi tata kelola. Guru akan memiliki rapor sendiri dalam menjalankan tugasnya. Demikian pula pembagian jam mengajarnya akan ikut ditata.
Mendikbud sangat mengapresiasi setiap masukan yang masuk  dalam uji publik kurikulum 2013. Uji publik dilakukan secara terbuka agar masyarakat bisa melihat keterlibatan mereka dalam uji publik ini akan menentukan kesempurnaan kurikulum 2013. "Tidak ada komentar yang kita hapus, semua pro dan kontra serta masukan bisa dilihat bersama," kata Menteri Nuh.
Dengan melakukan persiapan-persiapan tersebut, Kemdikbud optimis untuk mengimplementasikan kurikulum 2013 mulai tahun depan. Selanjutnya, pada Kamis (13/12) mendatang, Mendikbud akan menggelar rapat kerja dengan panja DPR. Masukan-masukan akan terus diterima melalui link http://kurikulum2013.kemdikbud.go.id hingga 24 Desember 2012. (AR)

(Sumber : www.kemendiknas.go.id 6 Desember 2012)

Kurikulum 2013



Kurikulum Baru 2013 Lebih Ramah Teknologi?

Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M. Nuh menyatakan bahwa kurikulum baru lebih mengutamakan kepentingan para siswa agar menguasai teknologi. Rancangan kurikulum baru 2013 terus disosialisasi serta diuji publik oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Tiga tahun lagi, atau pada 2016, kurikulum tersebut diharapkan bisa diimplementasi secara keseluruhan.

 "Kita membuka diri menerima masukan soal kurikulum baru ini," kata M. Nuh dalam Sosialisasi dan Uji Publik Kurikulum 2013 di hadapan puluhan Kepala Dinas Pendidikan se Jawa Timur dan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan di Hotel Garden Palace Hotel, Surabaya, Minggu 9 Desember 2012.

 Mantan Rektor Institut Teknologi 10 November Surabaya (ITS) ini menjelaskan, kurikulum baru ini didasari perkembangan dunia, kemajuan teknologi informasi, masalah lingkungan hidup, serta kebangkitan industri kreatif dan budaya.

 Kurikulum 2013 diharapkan mampu menghasilkan generasi emas yang mempunyai sifat produktif, kreatif, inovatif, dan afektif. "Dalam kurikulum 2013, kami menargetkan para siswa mampu mengamati, menyimak, melihat, membaca, mendengar, bertanya, bernalar, mencoba, dan mengkomunikasikan," kata M. Nuh


 Kurikulum baru berisi basis kompetensi dengan pemikiran kompetensi berbasis sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Guru dituntut banyak mencari tahu agar para siswa bisa dengan mudah mencari informasi dengan bebas melalui perkembangan teknologi.

 Tak hanya itu, Nuh menambahkan, para siswa akan didorong memiliki tanggung jawab lingkungan, kemampuan berkomunikasi, serta kemampuan berfikir kritis agar terbentuk generasi yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif.

(Sumber : Tempo.co /AGUS SUPRIYANTO/Minggu 9 Desember 2012)

Senin, 26 November 2012

Kegiatan Slovakia Day
SIT Fajar Hidayah, kota Wisata Cibubur
Sabtu, 24 November 2012

Kunjungan Duta Besar Slowakia untuk Indonesia
Stefan Rozkopal